PT Pos dan Dinsos Sumenep Tidak Akui Ketimpangan Data Bankesra Nonggunong

TEGAS: Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Sumenep Mustangin ketika ditemui di ruang kerjanya.
TEGAS: Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Sumenep Mustangin ketika ditemui di ruang kerjanya.

‎Sumenep,KabarKiri.com-Hingga saat ini selisih data penerima dengan jumlah undangan Bantuan Kesejahteraan Masyarakat ( Bankesra ) Rp900 ribu per warga di delapan ( 8 ) desa Kecamatan Nonggunong Kepulauan Sapudi belum jelas.

‎PT Pos Indonesia cabang Sumenep maupun Dinas Sosial ( Dinsos ) Sumenep saling klaim tidak mengetahui sumber data tersebut. Bahkan instansi yang membidangi sosial hanya sebatas  mengetahui data tersebut.

‎”Untuk data itu, kami tidak terlalu ikut campur, hanya sebatas mengetahui saja dari PT Pos,” ujar Kadinsos Sumenep Mustangin Selasa ( 16/12/2025 ).

‎Menurutnya, alur data Bankesra dari Kementerian Sosial Republik Indonesia ( Kemensos RI ) turun langsung ke PT Pos Indonesia. Kemudian, dari PT Pos dikirim ke Dinsos untuk diketahui mengenai penyalurannya.

‎”Kami hanya itu saja, kalau ada data yang tidak sesuai seharusnya dicari sumbernya, karena kami benar-benar sebatas mengetahui saja,” tegasnya.

‎Sekedar diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun KabarKiri.id, Jumat ( 5/12/2025 ) data penerima janggal alias tidak sesuai dengan jumlah undangan yang tersalurkan.

‎Kondisi ini terjadi di delapan ( 8 ) desa Kecamatan Nonggunong Kepulauan Sapudi Sumenep. Masing-masing, Desa Nonggunong, Rosong, Sonok, Talaga, Somber, Tanah Merah, Sukarame Paseser dan Soktim.

‎Rinciannya, dari total penerima 182 di Desa Nonggunong hanya ada 143 undangan. Sisanya, 39 penerima tanpa undangan alias lenyap. Selanjutnya, dari 108 penerima di Desa Rosong hanya ada 81 undangan, sisanya 27 penerima lenyap.

‎Kemudian, dari 399 penerima bantuan di Desa Sonok, hanya ada 324 penerima undangan, sisanya 75 penerima data tidak menerima undangan. Selanjutnya,dari 259 penerima Desa Telaga hanya  212 penerima undangan, sisanya 47 penerima lenyap.

‎Untuk Desa Somber dari 66 penerima bantuan hanya 35 penerima undangan, sisanya 31 warga tidak terdata alias lenyap. Kemudian, dari 121 penerima bantuan, hanya 85 warga penerima undangan, sisanya 36 warga lenyap.

‎Selanjutnya, dari 293 penerima di Desa Sukarame Paseser, hanya 231 warga penerima undangan, sisanya 62 warga lenyap. Terakhir, dari jumlah data 219 data penerima, hanya 202 warga yang menerima undangan, sisanya 17 dat warga hilang atau tidaknmenerima undangan.

‎Kepala Desa/Kec. Nonggunong Norman menduga, adanya manipulasi data penerima yang dipermainkan pihak PT Pos Indonesia Cabang Sumenep. Sebab terdapat ketimpangan dari jumlah data dan jumlah penerima undangan.

‎”Jelas ketidak sesuaian ini merupakan permainan, harusnya antara data penerima bantuan dan jumlah undangan ini sesuai, ini data dari PT. Pos Indonesia yang dikirim ke Dinas Sosial ( Dinsos ) Sumenep,” ujarnya.

‎Sementara itu, Pimpinan PT. Pos Indonesia Cabang Sumenep Ario Yudhanto membantah keras terkait dugaan manipulasi data penerima bantuan Kesra. Sebab data yang diterima sudah sesuai dengan jumlah bantuan yang akan disalurkan.

‎”Data kami fiks, yakni untuk Desa Nonggunong ini memang ada 143 penerima dan 143 undangan, saya tidak tau data itu ( jumlah penerima tidak sama dengan jumlah undangan red ) dari mana sumbernya,” responnya.

‎Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima dari Kementerian Sosial Republik Indonesia ( Kemensos RI ) untuk tahun ini ada tambahan penerima bantuan. Namun pihaknya tidak bisa memastikan jumlah tambahan tersebut.

‎”Informasinya ada tambahan, tapi kami tidak tahu pasti waktunya kapan dan jumlahnya berapa,” tegasnya. ( isw )

Exit mobile version