SITUBONDO,Kabar kiri.com-Keluhan warga Desa Kilensari Kecamatan Penarukan Kabupaten Situbondo, terkait biaya infus yang tidak wajar memantik reaksi tidak sedap dari kalangan pemerhati kesehatan Matlani (45), Rabu (28/1/2026).
Pihaknya yang tidak lain masih memiliki hubungan famili dengan Asmina (61) mengancam akan melaporkan tarif biaya infus tidak wajar yang dilakukan oleh perawat atas nama Sita.
”Insya Allah dalam waktu dekat ini persoalan biaya yang sangat tidak wajar ini akan kami laporkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo,” ujarnya.
Menurutnya, jika hal tersebut dibiarkan tidak menutup kemungkinan hal yang sama juga terjadi terhadap masyarakat lain. Sehingga perlu adanya peringatan tegas terhadap perawat Sita.
”Bayangkan, hanya dengan satu infus biaya yang dikenakan hampir Rp2 juta, jelas sangat tidak wajar,” ucapnya.
Secara umum, masyarakat tidak mengetahui secara pasti harga obat-obatan. Namun, masyarakat hanya ingin hidup sehat tanpa adanya penyakit.
”Kondisi ketidaktahuan masyarakat ini harusnya jangan dimanfaatkan untuk memperkaya diri,” paparnya.
Pria yang akrab disapa “Pak De” ini berjanji akan mengusut tuntas tindakan semena-mena perawat Sita yang mengenakan tarif tidak sewajarnya terhadap pasien.
”Intinya kami akan mengusut persoalan ini hingga ke akar-akarnya, agar tidak ada korban lagi,” janjinya.
Sekedar diketahui, Asmina (61) warga Kampung Pesisir Tengah Desa Kilensari Kecamatan Penarukan Kabupaten Situbondo mengeluhkan biaya infus.
Kluarga dari wanita paruh baya yang mengidap penyakit saraf kejepit ini, meminta kepada perawat atas nama Sita untuk di infus lantaran tidak mau makan.
”Kami memang yang meminta infus, karena buk Mina ini tidak mau makan bukan karena sarafnya,” ujar Sahari (65) tak lain suami dari korban.
Namun setelah menghabiskan satu infus, pihaknya meminta agar dihentikan. Sebab dinilai sudah agak mendingan dibandingkan sebelum di infus.
”Setelah saya menanyakan biayanya agak tercengang, karena dikenakan biaya Rp1.750.000, ini sangat tidak wajar,” keluhnya.
Sehingga dengan terpaksa Sahari membayarnya. Meski demikian sempat bertanya mengenai obat-obatan yang diberikan kepada korban.
”Perawat ini hanya bilang, obat-obatnya yang mahal, padahal saya cuma minta infus saja,” paparnya.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi terhadap perawat Sita dia menyatakan jika obat yang diberikan terhadap Asmina harganya memang mahal.
”Harga obatnya yang memang mahal, makanya biayanya sampek segitu,” responnya.
Disinggung mengenai jenis obat yang diberikan terhadap korban, Sita berjanji akan memberikan nama-nama obat yang diberikan.
Hanya saja, hingga saat ini atau kurang lebih seminggu Sita belum juga memberikan jenis obat yang diberikan alias ingkar janji. (isw)
Ancam Laporkan ke Dinkes Situbondo terkait Perawat Nakal
