Warga Kilensari Penarukan Keluhkan Biaya Infus Tidak Wajar

SITUBONDO,Kabar kiri.com-Keseriusan Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo untuk mengawasi praktik di bidang kesehatan patut dipertanyakan.

‎Faktanya, Asmina (61) warga Kampung Pesisir Tengah Desa Kilensari Penarukan Kabupaten Situbondo mengeluhkan biaya infus.

‎Kluarga wanita paruh baya yang mengidap penyakit saraf kejepit ini meminta kepada perawat atas nama sita untuk di infus lantaran tidak mau makan.

‎”Kami memang yang meminta infus, karena buk Mina ini tidak mau makan bukan karena sarafnya,” ujar Sahari (65) tak lain suami dari korban, Selasa (27/1/2026).

‎Namun setelah menghabiskan satu infus, pihaknya meminta agar dihentikan. Sebab dinilai sudah agak mendingan dibandingkan sebelum di infus.

‎”Setelah saya menanyakan biayanya agak tercengang, karena dikenakan biaya Rp1.750.000, ini sangat tidak wajar,” keluhnya.

‎Sehingga dengan terpaksa Sahari membayarnya. Meski demikian sempat bertanya mengenai obat-obatan yang diberikan kepada korban.

‎”Perawat ini hanya bilang, obat-obatnya yang mahal, padahal saya cuma minta infus saja,” paparnya.

‎Sementara itu, ketika dikonfirmasi terhadap perawat Sita dia menyatakan jika obat yang diberikan terhadap Asmina harganya memang mahal.

‎”Harga obatnya yang memang mahal, makanya biayanya sampek segitu,” responnya.

‎Disinggung mengenai jenis obat yang diberikan terhadap korban, Sita berjanji akan memberikan nama-nama obat yang diberikan.

‎Hanya saja, hingga saat ini atau kurang lebih seminggu Sita belum juga memberikan jenis obat yang diberikan alias ingkar janji. (isw)

Exit mobile version