Sumenep,KabarKiri.com-Keseriusan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep untuk mencetak bidan yang profesional perlu dipertanyakan.
Sebab, dari beberapa hal yang menjadi sorotan publik tidak ada tindakan tegas dari instansi yang berada di garda depan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Kondisi ini bisa dibuktikan dengan adanya bidan nakal atas nama Ida Royani Desa Pancor Kecamatan Gayam Kepulauan Sapudi yang tetap membuka praktik meski sudah jelas Praktik Mandiri Bidan (PMB) tidak aktif.
”Tidak adanya respon dari Dinkes Sumenep ini cukup membuat kami berfikir negatif. Diduga adanya permainan antara Dinkes dengan bidan di kepulauan,” ujar salah satu pemerhati lingkungan dan kesehatan Somad (40) warga, Kamis (20/11/2025).
Dia meyakini, bidan yang tetap membuka praktik meski secara administrasi sudah melanggar aturan yang berlaku seolah tidak terjadi masalah. Sebab, diduga kuat sudah ada bekingan dari pemangku kebijakan di bidang kesehatan.
”Tentu, kami berasumsi adanya dugaan kongkalikong antara Dinkes dengan bidan nakal ini,” paparnya.
Seharusnya, lanjut pria yang akrab disapa Mad ini menuturkan adanya temuan bidan nakal itu, harus mendapat perhatian khusus dari pihak Dinkes Sumenep.
”Bukan malah menutup diri seolah membiarkan ketidak profesional sebagai kader bidan yang berkerja berdasar regulasi yang berlaku. Harusnya ada semacam tindakan agar tidak dicontoh bidan-bidan lainnya,” tegasnya.
Smeentara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep ketika dikonfirmasi melalui saluran teleponnya enggan direspon. Bahkan, upaya chat via WhatShapp maupun telepon langsung ke nomor yang aktif digunakan terkesan diabaikan. (isw)













